BRMP Sulteng Hadiri Rakor dan Konsolidasi Program Cetak Sawah, Oplah, dan Irigasi Pertanian
Palu, 23 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah mengikuti Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Kegiatan Cetak Sawah, Optimasi Lahan (Oplah), dan Irigasi Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar di Swiss-Belhotel Palu.
BRMP Sulawesi Tengah diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Fujiaty, S.E., M.M., bersama Liaison Officer (LO) dari enam kabupaten pelaksana, yaitu Kabupaten Buol, Tolitoli, Donggala, Sigi, Tojo Una-Una, dan Banggai Laut. Kehadiran BRMP Sulawesi Tengah menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung percepatan pelaksanaan Cetak Sawah, Optimasi Lahan (Oplah), dan Irigasi Pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Dr. Rustam Massinai, S.TP., M.Sc. Turut hadir perwakilan Kapolda Sulawesi Tengah, perwakilan Pangdam XIII/Merdeka, Perwakilan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, kepala dinas pertanian dan kepala bidang prasarana dan sarana pertanian dari enam kabupaten, para Dandim, camat, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa Sulawesi Tengah memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp120 miliar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan cetak sawah, optimasi lahan, dan pengembangan irigasi pertanian. Program ini merupakan salah satu prioritas nasional Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kapasitas produksi pangan melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian.
Pada tahun 2026, Sulawesi Tengah mendapat target cetak sawah seluas 3.634,1 hektar dari total target wilayah Sulawesi sebesar 16.600 hektar. Sementara itu, luas baku sawah di Sulawesi Tengah tercatat sekitar 127.000 hektar, dengan rencana pelaksanaan kegiatan optimasi lahan mencapai 1.187.255 hektar. Selain cetak sawah, pemerintah juga terus mendorong pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, termasuk irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan, sebagai langkah menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
BPLIP Kelas I Makassar menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan program di Sulawesi Tengah. Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk terus mengusulkan penambahan areal cetak sawah, rehabilitasi jaringan irigasi, maupun kegiatan optimasi lahan karena pelaksanaan program tersebut didasarkan pada usulan dari daerah sesuai potensi yang dimiliki.
Rapat koordinasi juga menghadirkan sejumlah materi strategis yang membahas arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung program cetak sawah, optimasi lahan, dan irigasi pertanian di Sulawesi Tengah. Selain itu, dibahas strategi pengamanan dan pengawalan hukum dalam percepatan pelaksanaan program, termasuk peran Kejaksaan dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan sehingga mampu mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Diskusi yang berlangsung memperlihatkan kuatnya komitmen seluruh pihak untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh koordinasi yang solid, percepatan pelaksanaan di lapangan, serta pengawalan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, BRMP Sulawesi Tengah siap mendukung pelaksanaan program cetak sawah, optimasi lahan, dan pengembangan irigasi pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan, memperluas areal tanam, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Hamka Biolan